Bacaan Sholat Benar dan Lengkap

Setiap muslim mempunyai kewajiban untuk melaksanakan ibadah sholat fardhu, yakni sholat 5 waktu dalam sehari semalam. Hukum sholat 5 waktu yaitu fardhu ‘ain. Mulai sejak kecil kita harus menanamkan kebiasaan sholat, saat beranjak baligh akan jadi kewajiban. Banyak keutamaan-keutamaan sholat yang bisa kita peroleh dalam kehidupan sehari-hari didunia serta akhirat nantinya. Apa itu sholat? Secara bahasa sholat berarti do’a, sedang secara istilah, sholat adalah suatu ibadah wajib yang terdiri dari perkataan serta perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram serta disudahi dengan salam dengan rukun dan syarat-syarat tertentu.
Menurut hakekatnya, sholat adalah menghadapkan jiwa kepada Allah SWT, yang dapat melahirkan rasa takut kepada Allah & dapat menghidupkan kesadaran yang dalam setiap jiwa terhadap kebesaran & kekuasaan Allah SWT.
Menurut Ash Shiddieqy, sholat ialah menggambarkan rukhus shalat atau jiwa shalat ; yaitu mengharapkan kepada Allah dengan sepenuh hati serta jiwa raga, dengan segala kekhusyu’an dihadapan Allah dan ikhlas yang diiringi dengan hati yang senantiasa berzikir, berdo’a & memujiNya.

Syarat Wajib Sholat
            Ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi untuk melakukan sholat, yakni :
1. Muslim (beragama Islam)
2. Berakal sehat
3. Baligh
4. Suci dari hadas kecil & hadas besar
5. Sadar
Syarat Sah Sholat
1. Telah masuk waktu sholat
2. Menghadap kiblat
3. Menutup aurat
4. Suci badan, tempat sholat serta pakaian yang digunakan dari najis
5. mengetahui tata cara pelaksanaannya

Rukun-Rukun Dalam Sholat, Yaitu :
1. Niat
2. Posisis berdiri bagi yang mampu
3. Takbiratul ihram
4. Membaca surat al-fatihah
5. Ruku/rukuk yang tumakninah
6. I’tidal yang tuma’ninah
7. Sujud yang tumaninah
8. Duduk di antara dua sujud yang tuma’ninah
9. Sujud kedua yang tuma’ninah
10. Tasyahud
11. Membaca salawat Nabi Muhammad SAW
12. Salam ke kanan lalu ke kiri

Yang Membatalkan Sholat
            Dalam melakukan ibadah salat, sebaiknya kita memperhatikan beberapa hal yang dapat membatalkan shalat kita, misalnya seperti :
1. Menjadi hadas/najis baik pada badan, pakaian ataupun lokasi
2. Mengucapkan kata kotor
3. Melakukan banyak gerakan diluar sholat bukan darurat
4. Gerakan sholat tidak sesuai rukun shalat serta gerakan yang tidak tuma’ninah
Waktu Sholat Wajib dalam Islam
            Sudah menjadi kewajiban sehari-hari untuk umat muslim melakukan sholat. Pasalnya kegiatan ini menjadi penentu apakah ia orang muslim atau orang kafir. Bukan hanya sekali saja mengerjakannya, tetapi setiap hari ada 5 waktu sholat. Dimana waktu tersebut tidak dikerjakan secara bersamaan. Tetapi sesuai dengan jam matahari, yaitu :
• sebelum matahari fajar terbit
• matahari berada di tengah-tengah
• matahari berada di barat
• matahari hamper terbenam, kala waktu senja
• matahari hilang diganti dengan malam

Manfaat Sholat

Bukan tanpa maksud Tuhan menciptakan 5 waktu ini untuk bermunajat kepadaNya. Sebab diwaktu-waktu itulah terdapat manfaat ketika seseorang menjalankan sholat. Gerakan yang diajarkan juga bukan sembarang polah tingkah asal asalan. Gerakan ini mengandung makna, bahkan menjadi senam ringan.

  1. Wujud pengabdian pada Sang Kuasa

Salah satu wujud pengabdian pada Sang Maha Kuasa dengan mendirikan sholat. Dengan masuknya kita ke agama islam, berarti anda sudah membuat perjanjian dengan Sang Kuasa untuk melaksanakan segala perintahnya. Salah satu perintah nyatanya dengan melakukan sholat

  1. Menjauhkan dari keburukan

Manfaat sholat ternyata mampu menjauhkan anda dari perbuatan keburukan. Adanya pertalian erat dihati anda dengan Sang Kuasa memberikan kepercayaan, bahwa segala sesuatu kegiatan anda selalu dilihat oleh-Nya. Untuk itu saat anda hendak melakukan dosa, pasti akan berfikir ulang. Hal ini mengurungkan diri anda untuk melakukan dosa.

  1. Ada kejadian magis di hari anda

Kepercayaan magis akan timbul saat anda melakukan sholat dengan ikhlas dan khusyuk. Pernahkan anda merasa segala urusan anda menjadi mudah? Segala yang anda cita-citakan semakin mudah diraih? Itulah kejadian magis diri anda. Sebab Allah sudah mengatakan bahwa ‘Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolong hambanya.

  1. Gerakan Shalat mencegah Osteoporosis

Salah satu cara untuk mencegah pengeroposan tulang diusia senja dengan mengonsumsi banyak kalsium dan fosfor. Ternyata peneltian baru ini menyebutkan bahwa melalui sholat, anda juga mempu terhindar. Sebab gerakan shalat diwujudkan sebagai salah satu senam ringan yang dilakukan setiap hari selama 5 waktu. Belum lagi yang melaksanakan kegiatan sunnah. Dengan terbiasanya anda melakukan senam saat umur 7 tahun sampai tua, tentu sudah menjadi bekal diri untuk menghindari osteoporosis.

  1. Waktu paling Ijabah kala berdoa

Waktu yang paling disukai dan dinantikan malaikat adalah ketika subuh. Maka saat itu para malaikat turun ke bumi untuk menyaksikan shalatnya umat mu’min (QS. Al-Isra :78). Bahkan ketika saat itu anda memohon dan meminta doa, maka malaikat juga membantu mendoakannya agar dikabulkan oleh Allah Subhannahu wata’ala.

  1. Obat jantung dan ginjal oleh si Dzuhur

Manfaat sholat bagi kesehatan yang anda dapatkan ketika melakukan shalat dhuhur tepat waktu adalah mengurangi resiko penyakit jantung dan ginjal. Sebab pada saat ini keadaan bumi mulai panas, bahkan ada energi semacam api yang keluar. Keadaan bumi inilah yang mampu mempengaruhi kondisi hati dan sistem pencernaan anda.

  1. Wujud terapi dengan si Ashar

Fungsi shalat ashar tepat waktu ini ternyata mampu mengelompokkan zat kimia tubuh secara auto self. Warna alam kala waktu ashar juga telah mengoranye. Hal ini sangat baik untuk keadaan organ dalam anda seperti prostat, rahim, ovarium, serta testis. Singkat halnya sangat membantu perkembangan sistem reproduksi anda. Sesungguhnya saat anda melakukan gerakan sholat ini ada siklus yang berpindah. Yakni dari panas ke suhu dingin. Biasanya yang dilakukan ketika melakukan terapi kandung kemih.

  1. Menjaga ginjal dengan Mahgrib

Salah satu sholat yang paling jarang ditinggalkan oleh sebagian umat islam. Apalagi ketika anda melakukan puasa ramadhan. Melakukan shalat mahgrib ternyata mampu digunakan untuk terapi kondisi ginjal anda, sebab ada energi alam yang keluar pada waktu itu.

  1. Menentramkan dengan Isya

Salah satu keistimewaan anda melakukan shalat isya adalah mendapatkan ketentraman jiwa. Sebab intensitasnya sama dengan sistem kontrol otak yang sedang bekerja. Secara psikologis, bagi mereka yang sering melupakan shalat isya, lebih merasakan kegelisahan. Warna alam ketika waktu ini dari nila menjadi gelap gulita. Sehingga sangat dianjurkan untuk tidur setelah melaksanakanya.

  1. Membantu kinerja kelenjar tiroid oleh waktu Subuh

Terjadinya pada waktu ini antara kesesuaian alam dengan sistem tubuh kelenjar tiroid. Melaksanakan shalat diwaktu subuh mempengaruhi fungsi tubuh dalam melakukan metabolism. Spectrum warna pada kala ini adalah biru muda.

  1. Menambah semangat

Manfaat shalat 5 waktu mampu memompa semangat anda dalam melakukan aktivitas. Anda harus bangun pagi, lalu berwudlu, lalu melakukan shalat. Ada energy tersendiri ketika anda berhasil melaksanakan shalat dalam keadaan khusyuk dan tuma’ninah. Anda akan dijauhkan dari perasaan ngantuk dan malas. Sehingga hari anda lebih menyenangkan dan membahagiakan.

  1. Shalat mampu melihat sifat orang lain

Apakah anda ingin tahu sifat teman anda sendiri? Carilah kebenaran mengenai sholatnya! Lihatlah bagaimana ia memperlakukan sholat untuk Tuhan-nya. Ketika ia melakukan sholat dengan tenang, tidak grusak-grusuk. Lalu rukuk dengan posisi sejajar, lalu duduk yang di selingi dengan doa. Setelah selesai sholat masih ditambahi dengan dzikir dan sebagainya. Masihkah anda berpikir bahwa ia bukan orang baik? Dengan Tuhannya yang tidak berwujud saja, ia menghormati. Apalagi dengan yang berwujud?

  1. Sholat menentukan kemunafikan seseorang

Sangat sulit untuk menentukan apakah orang tersebut munafika atau tidak. Namun dengan manfaat sholat anda bisa mengetahui hal itu. Jika seseorang shalat untuk Tuhannya dengan ikhlas dan mengharap ridho Allah saja, pastilah segala amalannya penuh keikhlasan jua.

  1. Disukai banyak orang

Melakukan ibadah shalat dan menjaganya adalah kegiatan yang sangat sulit. Oleh karena itu keistimewaanya sangat banyak. Salah satunya ia menjadi orang yang banyak disukai orang lain. Sebab dengan Tuhannya saja ia amat mencintai, tak pernah sekalipun berpaling dan meninggalkannya. Apalagi dengan sesama umat pastilah ia suka menolong, sehingga banyak orang yang mencintai keberadaanya.

  1. Terlihat lebih berseri rupanya

Manfaat sholat 5 waktu bagi orang yang senantiasa melakukannya, maka wajahnya nampak berseri-seri. Sebab hampir setiap waktu ia membasuh wajah minimal 5 waktu sehari. Selain itu karena ketundukan dan kepatuhan pada Sang Kuasa, menjadikan diri anda terlihat lebih menyejukkan. Anda tak percaya? Cobalah

 

Macam-Macam Sholat Wajib/Fardlu

  1. Sholat Isya’ yaitu sholat yang dikerjakan 4 (empat) raka’at dengan dua kali        tasyahud dan satu kali salam. Waktu pelaksanaannya dilakukan menjelang malam (+ pukul 19:00 s/d menjelang fajar)yang diiringi dengan sholat sunnah qobliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah) sholat isya.
  2. Sholat Subuh yaitu sholat yang dikerjakan 2 (dua) raka’at dengan satu kali salam. Adapaun waktu pelaksanaannya dilakukan setelah fajar (+ pukul 04:10) yang hanya diiringi dengan sholat sunnah qobliyah saja, sedang ba’diyah dilarang.
  3. Sholat Dhuhur yaitu sholat yang dikerjakan 4 (empat) raka’at dengan dua kali     tasyahud dan satu kali salam. Adapun waktu pelaksaannya dilakukan sa’at matahari tepat di atas kepala (tegak lurus) + pukul 12:00 siang, yang diiringi dengan sholat sunnah qobliyah dan sholat sunnah ba’diyah (dua raka’at-dua raka’at atau empat raka’at-empat raka’at dengan satu kali salam).
  4. Sholat Ashar yaitu sholat yang dikerjakan 4 (empat) raka’at dengan dua kali tasyahud dan satu kali salam. Adapun waktu pelaksanaannya dilakukan setelah matahari tergelincir (+ pukul 15:15 sore atau sebatas pandangan mata) yang hanya diiringi oleh sholat sunnah qobliyah dengan dua raka’at atau empat raka’at (satu kali salam).
  5. Sholat Maghrib yaitu sholat yang dikerjakan 3 (tiga) raka’at dengan dua kali tasyahud dan satu kali salam. Adapun waktu pelaksanaanya dilakukan setelah matahari terbenam (+ pukul 18:00) yang diiringi oleh sholat sunnah ba’diyah dua raka’at atau empat raka’at dengan satu kali salam, sedang sholat sunnah qobliyah hanya dianjurkan saja bila mungkin : lakukan, tapi bila tidak : jangan (karena akan kehabisan waktu).

Niat sholat wajib dan bacaan sholat

  1. Niat Sholat Subuh 2 Raka’at

USHOLLII FARDLOLSH SHUBHI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN (IMAAMAN/MA’MUUMAN) LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya :
Aku sengaja sholat fardlu shubuh dua raka’at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah.

  1. Niat Sholat Dhuhur4 Raka’at

USHOLLII FARDLODH DHUHRI ARBA’A ROKA’AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN (IMAAMAN/MA’MUUMAN) LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya :
Aku sengaja sholat fardlu dhuhur empat raka’at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah.

3. Niat Sholat Ashar 4 Raka’at
USHOLLII FARDLOL ‘ASHRI ARBA’A ROKA’AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN (IMAAMAN/MA’MUUMAN) LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya :
Aku sengaja sholat fardlu ashar empat raka’at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah.

4. Niat Sholat Magrib 3 Raka’at
USHOLLII FARDLOL MAGHRIBI TSALAATSA ROKA’AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN (IMAAMAN/MA’MUUMAN) LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya :
Aku sengaja sholat fardlu maghrib tiga raka’at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah.

5. Niat Sholat Isya 4 Raka’at
USHOLLII FARDLOL ‘ISYAA-I ARBA’A ROKA’AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN (IMAAMAN/MA’MUUMAN) LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya :
Aku sengaja sholat fardlu isya empat raka’at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah
*Jika melaksanakan sholat berjamaah sebagai imam maka tambahkan imaaman namun jika sholat jamaah sebagai makmum tambahkan ma’muuman.

 

-Takbiratul Ihram-

 

ALLAHU AKBAR

Artitnya:

Allah Maha Besar

 

– Bacaan Do’a Iftitah –

 

ALLAHU AKBAR, KABIERAW WALHAMDULILLAHI KATSIERA.WASUBHANALLAHI BUKRATAW WA-ASHILA.
WAJJAHTU WAJHIA LILLADZIE FATHARAS SAMAWATI WAL ARDLA HANIEFAN MUSLIMAWWAMA ANAMINAL MUSYRIEKIEN. INNA SHALATI WANUSUKI WAMAHYAYA WAMAMATI LILLAHI RABBIL’ALAMIEN. LASYARAKIEKA LAHU WABIDZALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIEN.
Artinya :
Maha besar Allah, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah pagi dan sore.
Saya menghadapkan muka saya kepada Tuhan pencipta langit dan bumi dengan rendah hati dan sejujur-jujurnya sebagai seorang muslim, bukan sebagai seorang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tiada sekutu bagiNya. Begitulah saya diperintah, dan saya sebahagian dari orang islam.

 

– Surat Al Fatihah –

 

 

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIM.
ALHAMDU LILLAHI-ROBBIL ‘ALAMIN. ARRAHMA NIRRAHIM. MALIKI YAUMIDDIN. IYYAKA NA’BUDU WAIYYA-KANASTA’IN IHDINASH-SHIRA-THAL MUSTAQIM, SHIRATHALLADZINA AN’AMTA’ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUBI ‘ALAIHIM. WALADL DLAALLIIN, AMIN
Artinya :
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mulah aku menyembah, dan kepada-Mulah aku meminta pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai,atau jalannya orang-orang yang sesat.

 

-Membaca Surat Al-Quran-

Bagi yang sholat sendirian atau menjadi imam setelah membaca alfatiha di sunahkan membaca surat Al-Quran

 

 

 

– Ruku –

SUBHAANA RABBIYAL ADZIIMI WABIHAMDIHII ( 3 kali )

Artinya :
Mahasuci Allah Maha Agung serta memujilah aku kepadaNya.

 

– I’tidal –

SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Artinya :
Allah mendengar orang yang memujiNya.

Pada waktu berdiri tegak ( I’tidal ) terus membaca :

 

RABBANAA LAKAL HAMDU MIL USSAMAWAATI WAMI UL ARDLI WAMIL UMAA SYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU
Artinya :
Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu

 

– Sujud –

SUBHAANA RABBIYAL A’LAA WABIHAMDIHII ( 3 kali )
Artinya :
Maha Suci Allah, serta memujilah aku kepada-Nya.

 

– Duduk diantara dua sujud –

RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINI WA’FUANNII.
Artinya :
Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.

 

– Tahiyat awal –

ATTAHIYYATUL MUBARAKAATUSH SHOLAWAATUTH THAYYIBATU LILLAAH, ASSALAAMU’ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH, ASSALAAMU’ALAINA WA’ALAA ‘IBAADILLAAHISH SHOOLIHIIN. ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH, WAASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAAH. ALLAHHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA AALIHI SAIDINA MUHAMMAD.
Artinya :
Ya Allah, segala penghormatan, keberkahan, sholawat dan kebaikan hanya milik-Mu ya Allah,- Wahai Nabi selamat sejahatera semoga tercurah kepada Engkau wahai Nabi Muhammad, – semoga juga Rahmat Allah dan Berkah-Nya pun tercurah kepadamu wahai Nabii,- Semoga salam sejahtera tercurah kepada kami dan hamba-hamba-Mu yang sholeh. – Ya Allah aku bersumpah dan berjanji bahwa tiada ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, dan aku bersumpah dan berjanji sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan-Mu Ya Allah. – Ya Allah, limpahkan shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad dan limpahkan juga shalawat kepada keluarga Nabi Muhammad.

 

– Tahiyat akhir –

Setelah baca seperti tahiyat awal dilanjutkan dengan
…KAMAA SHOLAITA ‘ALA SAIDINA IBRAHIIM WA ‘ALA AALIHI SAIDINA IBRAHIIM, WA BAARIK ‘ALA SAIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA AALIHI SAIDINA MUHAMMAD, KAMAA BAARAKTA ‘ALA SAIDINA IBRAHIIM WA ‘ALA AALIHI SAIDINA IBRAHIIM, FIL ALAMINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID.
Artinya :
…sebagaimana Engkau telah limpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan juga kepada keluarga Nabi Ibrahim, dan berkatilah Ya Allah Nabi Muhammad dan berkatilah juga keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkati Nabi Ibrahim dan juga kepada keluarga Nabi Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

 

– Salam –

ASSALAAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAAHI.
Artinya :
Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.

 

Macam-Macam Shalat Sunnah

Shalat sunnah ialah shalat yang dikerjakan diluar shalat yang difardhukan. Apabila dikerjakan mendapat pahala, tetapi bila tidak dikerjakan tidak akan berdosa. Shalat-shalat itu dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW,untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan untuk mendapatkan tambahan pahala.

Shalat sunnah itu ada dua macam:

  1. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah
  2. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan dilakukan secara berjamah

             Pengertian shalat sunnah berjamaah

 

Shalat sunnah yang dilakukan berjamaah ialah shalat sunnah yang dikerjakan ecara bersama-sama. Terdiri dari imam dan makmum.

Contoh shalat sunnah yang dilakukan dengan berjamaah :

 

  1. Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri dilakukaan setiap tanggal 1 Syawal ,waktunya berlangsung sejak matahari terbit sampai condong ke barat . Disunahan pelaksanaannya lebih akhir. Shalat Idul Fitri dilaksanakan di mesjid atau di tempat lain yang memungkinkan untuk ditempati, seperti di lapangan atau di halaman yang luas. Shalat Idul Fitri terdiri dari 2 rakaat. Hukumnya sunnah Mu akad (dianjurkan).

Niat Shalat Idul Fitri :

Ushalli sunnatal li, iidil fitri rak’ataini (imamam/makmumam) lillahi Taa’laa

artinya :

“Aku niat shalat idul fitri dua rakaat (imam/makmum) karena Allah”

Syarat, rukun&sunnatnya sama seperti shalat yg lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut :

  1. Berjamaah
  2. Takbir 7 kali pada rakaat pertama & 5 kali pada raka’at ke 2
  3. Mengangkat tangan setinggi bahu pada tiap takbir.
  4. Setelah takbir yg ke 2 sampai takbir yang terakhir baca tasbih.
  5. Membaca surat Qaf di rakaat pertama&surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
  6. Imam menyaringkan bacaannya
  7. Khutbah 2 kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum’at
  8. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah & pada Idul Adha tentang hukum-hukum Qurban.
  9. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
  10. Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri, pada Shalat Idul Adha sebaliknya.

 

Tata cara shalat Idul fitri

1)      Rakaat pertama meliputi : takbiratul ikhram,takbir sebanyak tujuh kali (setiap takbir diselingi membaca tasbih), membaca do’a iftitah, membaca Surah Al-Fatihah, membaca salah satu surah Al-Qur’an, rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, bangkit dari sujud langsung berdiri.

2)      Rakaat kedua : Takbir sebanyak lima kali, membaca Surah Al-fatihah, membaca salah satu surah Al-Qur’an, dan seterusnya sampai salam. Selesai shalat Idul Fitri, khotib naik ke mimbar untuk berkhutbah. Sementara itu para jamaah mendengarkan khotbah sampai selesai.

 

  1. Shalat  Idul Adha

Cara shalat Idul Adha sama dengan pelaksanaan shalat Idul Fitri,hanya waktu pelaksanaannya yang berbeda.Shalat idul adha dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, sedangkan Idul Fitri tanggal 1 Syawal. Hukumnya sunnah Mu akad (dianjurkan).

“Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau dan berqurbanlah krn Tuhanmu pd Idul Adha (Q.S.AlKautsar.1-2)

Dari Ibnu Umar: “Rasulullah, Abu Bakar, Umar pernah melakukan shalat pada 2 hari raya sebelum berkhutbah.” (H.R. Jama’ah).

Niat Shalat Idul Adha :

Ushalli sunnatal li’iidil Adha rak’ataini (imamam.makmumam) lillahita’aalaa

artinya : “Aku niat shalat idul adha dua rakaat (imam/makmum) karena Allah”

 

  1. Shalat Tarawih

Shalat tarawih ialah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan ramadhan. Hukum nya sunnah muakad, artinya sunnah yang sangat dianjurkan bagi laki-laki ataupun perempuan. Waktu shalat tarawih adalah setelah shalat isya sampai terbit fajar.

Cara melaksanakan tarawih :

  1.      bagi yang mengerjakan 20 rakaat, setiap 2 rakaat salam. Bagi yang mengerjakan 8 rakaat boleh dilakukan 2 kali salam boleh juga 4 kali salam.
  2. Salat tarawih boleh dilakukan dengan cara sendirian (munfarid). Tetapi lebih utama dilakukan dengan berjamaah.
  3. Niat melakukan shalat tarawih                                                                                                           Lafadz niat shalat sunnah tarawih :

Ushollii sunatan Tarawehi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an  (immaan/ma’muman ) lillaahi ta’aalaa.

 

Artinya :

Niat aku sholat sunah tahajud dua raka’at ( imam/ ma’mum) menghadap qiblat  karena Allah”.

  1. Sarat,rukun,bacaan,dan cara mengerjakan salat tarawih sama dengan salat      fardhu (diawali dengan takbiratul ikhrom,dan diakhiri dengan salam).
  2. Setiap 2 rakaat, atau 4 rakaat selesai salam disunnahkan membaca dzikir dan do’a.

 

  1. Shalat Witir

Shalat Witir adalah shalat sunnah yang biasanya mengiringi shalat tarawih. Bilangan rakaatnya

Adalah ganjil. Shalat witir disunnahkan untuk dilakukan setiap malam setelah shalat isya,bukan hanya pada bulan ramadhan saja.

Cara melaksanakan shalat witir :

  1. Jika shalat witir dikerjakan 3 rakaat,maka boleh 2 kali salam, yakni 2 rakaat kemudian diakhiri dengan salam. Lalu berdiri lagi shalat satu rakaat kemudian tahiyat akhir diakhiri dengan  salam.

Boleh langsung 3 rekaat 1 salam.

  1. Jika shalat witir dikerjakan 5 rakaat , 7 rakaat , 9 rakaat , atau 11 rakaat maka boleh dikerjakan setiap 2 rakaat salam dan yang terakhir  1 rakaat salam, atau yang terakhir langsung 3 rakaat salam tanpa tahiyat awal.
  2. Niat shalat witir,

Lafadz niat shalat witir : Ushollii sunatan witir rok’aataini mustaqbilal qiblati adaa-an  lillaahi ta’aalaa.

Artinya :

“Niat aku sholat sunah witir dua raka’at menghadap qiblat  karena Allah

 

pelaksanaan shalat witir sama seperti shalat fardhu.

  1. Setelah selesai shalat witir disunnahkan berdzikir dan berdo’a

 

  1. Shalat  Dua Gerhana

Shalat dua gerhana (shalat khusu fain) adalah shalat sunat yang dilakukan karena terjadi gerhana bulan ataupun gerhana matahari.hukum melaksanakan kedua shalat gerhana tersebut adalah sunah muakad.

Waktu Pelaksanaan gerhana matahari adalah sejak awal terjadinya gerhana sampai selesai atau tertutupnya matahari .

Adapun waktu pelaksanaan shalat gerhana bulan adalah sejak awal terjadinya gerhana bulan sampai akhir atau tertutupnya bulan tersebut.

Cara mengerjakan kedua shalat gerhana tersebut sama.Yang membedakan adalah niat.Shalat gerhana di laksanakan dengan cara sebagai berikut:

  1. Mengerjakan shalat sebanyak 2 rakaat,boleh dilakukan sendiri-sendiri , tetapi lebih utama dikerjakan secara berjamaah.
  2. Berniat melakukan shalat sunat gerhana (matahari atau bulan)
  3. Membaca do’a iftitah(pembukaan).
  4. Membaca surah alfatihah dan ayat al-quran dari surah yang panjang, seperti surah albaqarah atau surah lain yang hampir sama panjangnya dengan surah tersebut. Namun, jika dibaca surah yang pendek, shalat ini pun sah.
  5. Rukuk dengan waktu yang hampir menyamai waktu berdiri.
  6. Berdiri dan membaca surah al-fatihah, diikuti dengan membaca surah yang lebih pendek dari surah yang pertama.
  7. Ruku dengan waktu menyamai waktu berdiri
  8. Itidal
  9. Sujud
  10.     Duduk diantara 2 sujud
  11. Sujud
  12.   Kembali berdiri untuk melakukan rakaat kedua yang caranya sama dengan    rakaat yang pertama, hanya rakaat kedua lebih pendek dari rakaat yang pertama.
  13. Membaca tasyahud dan shalawat nabi
  14. Salam

Adapun bacaan takbir,al-fatihah,surah,dan salam dalam shalat gerhana bulan dinyaringkan sedangkan dalam shalat gerhana matahari tidak dinyaringkan. Lafadz niat shalat gerhana :

Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini lillahita’aalaa

artinya : “Aku niat shalat gerhana bulan 2 rakaat karena Allah”

 

  1. Shalat Istiqa’,

shalat sunat yang dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.

Niatnya :

Ushalli sunnatal Istisqaa-i rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa

artinya :

“Aku niat shalat istisqaa 2rakaat (imam/makmum)

karena Allah”

Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :

a). 3 hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat degan berpusa dan meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal

shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki dandatangnya murka Allah.

“Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lebih dulu kami perbanyak orang-orang yang fasik, sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kami robohkan (hancurkan) negeri mereka sehancur-hancurnya” (Q.S.Al Isra:16).

b). Pada hari ke4 semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan degan pakaian sederana dan tanpa wangi-wangian utk shalat Istisqa’

c). Usai shalat diadakan khutbah 2kali. Pada khutbah pertama hendaknya baca istigfar 9x dan pada khutbah kedua 7x. Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dengan khutbah lainnya, yaitu

  1. Khatib disunatkan memakai selendang.
  2. Isi khutbah menganjurkan banyak beristigfar,berkeyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.
  3. Saat berdo’a hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya.
  4. Saat berdo’a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya.

niat shalat sesuai dengan sholat mana yang akan kita kerjkan.

 

          Pengertian Salat Sunah Munfarid

Shalat sunnat munfarid adalah shalat sunnat yang dikerjakan secara sendirian. Contohnya:

  1. Salat  Tahiyatul Masjid

Salat tahiyatul masjid adalah salat yang dilakukan untuk menghormati masjid. Salat dilakukan sebelum duduk. Jumlah  rakaat nya sebanyak dua rakaat

Cara melaksanakan salat tahiyatul masjid :

1)      Niat salat tahiyatul masjid.

Niatnya :

Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya : “aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid 2 rakaat karena     Allah”

2)      Bacaan dan gerakan salat tahiyatul masjid sama seperti salat fardu lima waktu.

 

  1. Salat Tahajud

Salat tahjud adalah salt sunah yang di kerjakan setelah tidur pada malam hari antara waktu solat isya sampai dengan fajar sidiq (menjelang subuh). Waktu yang paling utama adalah dua per tiga malam,sekitar pukul 02.00 dini hari. Jumlah rakaat paling sedikit dua rakaat dan paling banyak tidak dibatasi.

Cara melaksanakan salat tahajud :

1)      Niat shalat tahajud

Ushalli sunnatal tahajjudi rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya : “aku niat shalat sunnah tahajjud 2rakaat krn Allah”

2)      Bacaan dan gerakan salat tahajud sama seperti salat fardlu lima waktu

3)      Salam dan do’a

  1. Salat Istikharah

Salat istikharah adalah salat sunah yang dilakukan untuk memohon petunjuk dari Allah SWT dalam menentukan pilihan terbaik diantara dua pilihan atau lebih. Jumlah nya dua rakaat

Cara melaksanakan shalat istikharah :

1)      Niat shalat istikharah:

Ushalli sunnatal Istikharah rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya :

“aku niat shalat sunnah Istikharah 2rakaat karena Allah”

2)      Bacaan dan gerakan shalat istikharah sama seperti shalat fardlu lima waktu

3)      Salam dan do’a

 

  1. Shalat Dluha

Shalat dluha adalah shalat sunah yang dilakukan pada waktu pagi hari,sekurang kurang nya dua rakaat dan rakaat sebanyak banyak nya 12 rakaat. Adapun waktu lebih kurang dari pukul 07.00 pagi sampai masuk waktu dzuhur .

Cara melaksanakan shalat dluha :

1)      Niat shalat dluha

Niatnya :

Ushalli sunnatal Dhuha rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya : “aku niat shalat sunnah dhuha 2rakaat krn Allah”

2)      Bacaan dan gerakan shalat duha sama seperti shalat fardu lima waktu.

3)      Salam dan do’a

 

  1. Shalat Sunat Wudlu’

Setiap kali seseorang berwudlu’, disunatkan mengerjakan shalat sunat wudlu dua rakaat, dan cara mengerjakannya yaitu: Sehabis berwudlu’ sebagaimana biasa kita disunatkan membaca do’a:

Selesai membaca do’a tersebut, lalu melaksanakan shalat sunat wudlu’ dua rakaat, dengan lafadz niatnya sebagai berikut:

Ushalli sunnatal wudlu-i rak’ataini lillahi Ta’aala

Artinya : “Aku niat shalat sunat wudlu’ dua rakaat karena Allah ta’ala.” Allahu Akbar.

Shalat ini dikerjakan sebagaimana shalat yang lain dengan ikhlas sampai salam.

 

  1. Shalat  Sunnat Tasbih

Shalat sunnat tasbih ialah shalat yang sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada mamaknya Sayyidina Abbas Ibn Abdul Muthalib.

Shalat tasbih ini dianjurkan mengamalkannya, kalau bisa tiap-tiap malam, kalau tidak bisa tiap malam, maka sekali seminggu, kalau tidak sanggup juga sekali seminggu, dapat juga dilakukan sebulan sekali atau setahun sekali, dan kalau tidak bisa sekali setahun, setidak-tidaknya sekali seumur hidup.

Cara mengerjakannya

A). Niat : Ushalli sunnatan tasbihi raka’ataini lilllahi ta’aalaa. artinya :”aku niat shalat sunnah tasbih 2rakaat karena Allah”

B). Usai baca surat Al Fatihah, baca tasbih 15x.

C).  Ruku’, usai baca do’a ruku, baca tasbih 10x.

D). Itidal, usai membaca do’a ‘itidal, baca tasbih 10x.

E). Sujud, usai baca doa sujud, baca tasbih 10x.

F). Usai baca do’a duduk diantara2sujud, baca tasbi 10x.

G). Usai baca doa sujud kedua, baca tasbih 10x.

Jumlah keseluruhan tasbih yang dibaca pada tiap rakaatnya sebanyak 75x.

Lafadz bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar

artinya :

“Maha suci Allah yang Maha Esa. Segala

puji bagi Allah, Dzat yang Maha Agung”

 

  1. Shalat Sunnat Taubat

 

Shalat sunnat taubat adalah shalat yang disunnatkan. Shalat ini dilakukan setelah seseorang melakukan dosa atau merasa berbuat dosa lalu bertaubat kepada Allah swt.

Lafadz niat shalat taubat:  Ushalli sunnatal Taubati rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya:“Aku niat shalat sunnat taubat dua rakaat karena Allah ta’ala.”Allahu Akbar.

 

  1. Shalat Sunnah Rawatib

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Salah satu pembahasan dari Tuntunan sholat sunah adalah sholat rawatib. Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى                                             الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ

“Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.” [1]

 

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan shalat sunnah rawatib, sehingga Imam an-

Nawawi mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama dalam bab: keutamaan shalat sunnah rawatib (yang dikerjakan) bersama shalat wajib (yang lima waktu), dalam kitab beliau Riyadhus Shaalihiin. [2]

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

  1. Sholat sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat wajib lima waktu. [3]
  2. Dalam riwayat lain hadits ini dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dan memerinci sendiri makna “dua belas rakaat” yang disebutkan dalam hadits di atas[4], yaitu: empat rakaat sebelum shalat Zhuhur[5] dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isya’ dan dua rakaat sebelum Subuh[6]. Adapun riwayat yang menyebutkan: “…Dua rakaat sebelum shalat Ashar”, maka ini adalah riwayat yang lemah[7] karena menyelisihi riwayat yang lebih kuat yang kami sebutkan sebelumnya. [8]
  3. Keutamaan yang disebutkan dalam hadits di atas adalah bagi orang yang menjaga shalat-shalat sunnah rawatib dengan melaksanakannya secara kontinyu, sebagaimana yang dipahami dan dikerjakan oleh Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, perawi hadits di atas dan demikian yang diterangkan oleh para ulama[9].
  4. Jika seseorang tidak bisa melakukan Shalat sunnah rawatib pada waktunya karena ada udzur (sempitnya waktu, sakit, lupa dan lain-lain) maka dia boleh mengqadha (menggantinya) di waktu lain[10]. Ini ditunjukkan dalam banyak hadis shahih. [11]
  5. Dalam hadis ini terdapat peringatan untuk selalu mengikhlaskan amal ibadah kepada Alah Ta’ala semata-mata.
  6. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan amal ibadah yang dikerjakan secara kontinyu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah amal yang paling kontinyu dikerjakan meskipun sedikit.” [12]
  7. Semangat dan kesungguhan para sahabat dalam memahami dan mengamalkan petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, inilah yang menjadikan mereka lebih utama dalam agama dibandingkan generasi yang datang setelah mereka.

Dalam Tuntunan Sholat Sunah, Shalat Sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu. Shalat Sunnah Rawatib terdiri dari,

  1. 2 raka’at sebelum Shubuh
  2. 4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Dhuhur
  3. 4 raka’at atau 2 raka’at sesudah Dhuhur
  4. 4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Ashar
  5. 2 raka’at sebelum Magrib
  6. 2 raka’at sesudah Magrib
  7. 2 raka’at sebelum Isya’
  8. 2 raka’at sesudah Isya’

Dari 22 raka’at rawatib tersebut terdapat 10 raka’at yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rosulullah SAW).Berlandaskan hadist sebagai berikut,

Dari Ibnu Umar bahwa Rosulullah SAW senantiasa menjaga(melakukan) 10 raka’at(rawatib) yaitu 2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya,2 raka’at sesudah magrib di rumah beliau,2 raka’at sesudah Isya’ di rumah beliau SAW,dan 2 raka’at sebelum Shubuh (HR Imam Bukhari dan Muslim).

Adapun 12 rakaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad,berdasarkan hadist sebagai berikut:

  1. Dari Ummu Habibah,bahwa Rosulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa senantiasa melakukan shalat 4 raka’at sebelum Dhuhur dan 4 raka’at sesudahnya maka Allah mengharamkan baginya api neraka”(HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

  1. Nabi SAW bersabda,

“Allah mengasihi orang yang melakukakn shalat emapat raka’at sebelum shalat Ashar (HR Imam Ahmad,Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Huzaimah)

Shalat sunnah sebelum shalat ashar boleh juga dilakukan dua raka’at berdasarkan sabda Nabi SAW,

“Di antara dua adzan(adzan dan iqamah) terdapat shalat”(HR Imam Bazzar)

  1. Nabi SAW bersabda,“Shalatlah kalian sebelum (shalat) Magrib,dua raka’at” (HR Imam Bukhari dan Muslim)
  2. Sahabat Nabi SAW Sayyidina Anas RA berkata,

“Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua raka’at setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Magrib”(HR Imam Bukhari dan Muslim)

Ketentuan Shalat Sunnah Rowatib

  1. Pengertian Shalat Sunnah Rowatib

Shalat Sunnah Rowatib adalah shalat sunah yang waktu pelaksanaannya  mengiringi shalat fardu lima waktu. Shalat tersebut dilakukan sebelum atau sesudah shlat fardu. Sholat Sunat Rawatib yang dikerjakan sebelum sholat fardu disebut rawatib qobliyah, sedangkan Sholat Sunat Rawatib yang dikerjakan sebelum sholat wajib disebut rawatib bakdiyah.

  1. Hukum Sholat Sunat Rawatib.

Sholat Sunat Rawatib itu bila ditinjau dari segi hukumnya terbagi dua :

  1. Sholat Sunat Rawatib Muakkad yaitu sholat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, karena selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad Saw.

Sholat Sunat Rawatib Muakkad terdiri dari :

  1. Dua rakaat sebelum sholat Subuh.
  2. Dua rakaat sebelum sholat Zuhur.
  3. Dua rakaat sesudah Shola Zuhur.
  4. Dua rakaat sesudah sholat Magrib.
  5. Dua rakaat sesudah sholat Isya

Dalil naqlinya  yang menjelaskan tentang Sholat Sunat Rawatib Muakkad

artinya:”Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Saya ingat dari Rasulullah Saw, dua rakaat

sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat

sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh”.  (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Sholat Sunat Rawatib ghoiru Muakkad yaitu  sholat sunah yang kurang dianjurkan untuk dilaksanakan, karena Nabi Muhammad Saw tidak selalu melaksanakannya. Sholat sunah Rawatibghairu Muakkad terdiri dari :
  2. Dua rakaat sebelum Sholat Zuhur.
  3. Dua rakaat sesudah Sholat Zuhur.
  4. Empat rakaat sebelum Sholat Ashar.
  5. Dua rakaat sebelum Sholat Magrib.
  6. Dua rakaat sebelum Sholat Isya.

Mempraktek Sholat Sunat Rawatib

Cara melaksanakan Sholat Rawatib baik sebelum mapun sesudahnya (qobliyah dan ba’diyah dikerjakan dua rakaat sama dengan sholat fardu baik gerakannya maupun bacaannya, tetapi yang berbeda hanyalah niatnya.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan sholat sunah rawatib sbb:

  1. Tidak didahului azan dan iqomah.
  2. Dilaksanakan secara munfarid (sendirian).
  3. Bacaannya tidak dinyaringkan.
  4. Jika lebih dari dua rakaat, maka setiap dua rakaan satu dalam.
  5. Sebaiknya tempat mengerjakan sholat rawatib pindah sedikit dari tempat mengerjakan sholat fardu.
  6. Diutamakan pada rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas.
  7. Diawali dengan niat menurut macam sholatnya.

Niat melaksanakan sholat rawatib cukup dalam hati sesuai dengan macam sholat rawatib tersebut, tetapi boleh diucapkan atau dilafalkan.

Adapun lafal niat sholat sunah rawatib sbb:

  • Niat Sholat sunah rawatib qobliyah Subuh (sebelum sholat subuh)

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah”

  • Niat Sholat sunah rawatib qobliyah Zuhur (sebelum sholat Zuhur)

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum zuhur dua rakaat karena Allah”

  • Niat Sholat sunah rawatib ba’diyah Zuhur (sesudah sholat Zuhur)

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Zuhur dua rakaat karena Allah”

  • Niat Sholat sunah rawatib qobliyah Asar (sebelum sholat Asar)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum asar dua rakaat karena Allah”

  • Niat Sholat rawatib qobliyah Magrib (sebelum sholat Magrib)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Magrib dua rakaat karena Allah”

  • Niat Sholat sunah rawatib ba’diyah Magrib (sesudah sholat Magrib)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Magrib dua rakaat karena Allah”

  • Niat Sholat rawatib qobliyah Isya’ (sebelum sholat Isya’)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Isya’ dua rakaat karena Allah”

  • Niat Sholat rawatib ba’diyah Isya’ (sesudah sholat Isya’)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Isya’ dua raka

Leave a Comment